Jejak Islam di Mezquita Cordoba

Mezquita atau Masjid Cordoba ialah sebuah Katedral di Spanyol yang dahulu merupakan bangunan masjid pada masa kekuasaan Islam. Cordoba adalah ibukota Spanyol di bawah pemerintahan Bani Umayyah. Setelah Reqonquista atau penaklukkan kembali spanyol oleh kaum Kristen, gedung ini diubah fungsinya menjadi sebuah gereja dengan Katedral gotik yang berasitektur Moor. Sekarang keseluruhan gedung dipakai sebagai gedung katedral Cordoba di Spanyol.

Setelah Andalusia dikuasai oleh muslim, lokasi tersebut kemudian dibagi menjadi dua porsi, satu untuk muslim, satu untuk Kristen. Pembagian ini bertahan hingga ketika khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen, merubuhkan seluruh bangunan dan menggantikannya dengan masjid Cordoba di wilayah bekasnya pada tahun 787. Pembangunan ini terus dilakukan oleh khalifah-khalifah penerusnya.

Pada tahun 1236, Cordoba diambil alih kembali dari pasukan Muslim oleh Raja Ferdinand III. Setelah dikuasai, masjid ini diubah menjadi gereja Kristen. Beberapa tahun kemudian banyak ornamen yang dihancurkan dan juga dilakukan penambahan kapel-kapel Kristen, sehingga menghancurkan keselarasan dari arsitektur Mezquita. Penambahan tersebut berupa pembangunan Villaviciosa Chapel dan Royal Chapel di dalam masjid.

Pilar bergaya khas masjid dengan hiasan dinding berupa untaian kaligrafi masih jadi bagian dari bangunan yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Cordoba tersebut. Namun mimbar di mana dulu imam memimpin salat dan menyampaikan khotbah sudah dibatasi pagar hitam yang dilengkapi gembok besar.

Meskipun namanya tetap diabadikan sebagai Mezquita. Kaligrafi ayat-ayat Alquran pada dinding mihrab masih dipertahankan. Karena sejarah dan kisahnya yang kaya, UNESCO pada 15 Desember 1994 menetapkan masjid Cordoba sebagai salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting di dunia.

Mezquita atau Masjid Cordoba ialah sebuah Katedral di Spanyol yang dahulu merupakan bangunan masjid pada masa kekuasaan Islam

Seperti kebanyakan tempat ibadah, Mezquita juga bisa dikunjungi para wisatawan. Walau sudah jadi katedral, namun tempat ini masih sering dijadikan destinasi perjalanan para traveler muslim. Bukan hanya di dalam bangunan, taman dan pelataran di sekitar Mezquita pun menarik untuk dijelajah.

Karena berkenaan dengan isu sensitif, setiap pengunjung harus menaati sejumlah peraturan, termasuk tak beribadah, dalam hal ini salat, di dalam Mezquita. Tanpa menyalahkan pihak manapun, fungsi Mezquita ini tentu harus dihargai.

Penasaran dengan bangunan bersejarah ini ? Ikuti trip Wisata Muslim Maroko – Spanyol – Portugal bersama Adinda Azzahra Tour & Travel.

Leave a Reply